Daerah  

Semarak Penilaian Lomba Ogoh-Ogoh di Denpasar Utara

banner 120x600
banner 468x60

Denpasar – Suasana meriah mewarnai kawasan Denpasar Utara pada Minggu (16/3) dalam rangka penilaian lomba Ogoh-Ogoh. Sebanyak 61 Ogoh-Ogoh hasil kreasi para pemuda dari masing-masing banjar dipamerkan untuk dinilai oleh dewan juri.

banner 325x300

Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi, di mana Ogoh-Ogoh, yang melambangkan Bhuta Kala atau kekuatan negatif, akan diarak sebelum akhirnya dibakar sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta.

Ketua Panitia Lomba, I Made Wirawan, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, seperti kreativitas, teknik pembuatan, serta pesan filosofis yang terkandung dalam setiap Ogoh-Ogoh. “Kami ingin melihat bagaimana generasi muda mengangkat nilai budaya dan seni dalam setiap karyanya,” ujarnya.

Salah satu peserta, I Ketut Adi dari Banjar Tegal, mengungkapkan bahwa pembuatan Ogoh-Ogoh ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan kerja sama seluruh anggota banjar. “Kami bangga bisa menampilkan karya terbaik kami, ini bukan hanya tentang lomba, tapi juga tentang menjaga tradisi,” katanya.

Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan deretan Ogoh-Ogoh yang berdiri megah dengan berbagai desain unik. Beberapa di antaranya menggambarkan kisah dari mitologi Hindu, sementara yang lain mengangkat isu sosial dalam bentuk seni rupa yang mengesankan.

Penilaian lomba ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar sebagai upaya melestarikan budaya dan memberikan ruang bagi kreativitas anak muda. “Tradisi ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan berkembang,” kata salah satu juri lomba.

Dengan semangat gotong royong dan dedikasi tinggi, para peserta berharap dapat memberikan suguhan terbaik untuk masyarakat. Hasil penilaian akan diumumkan pada acara puncak sebelum perayaan Nyepi, di mana Ogoh-Ogoh terbaik akan mendapatkan penghargaan khusus.

Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi bukti bahwa seni dan tradisi Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Sumber: instagram – @infodenpasar

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *